PERLUASAN WILAYAH PADA MASA KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB


Awal Cerita Penaklukan
Setelah nabi wafat, Islam telah tersebar di seluruh semenanjung Arab. Ketika Umar ibn Khattab berkuasa, Islam menyebar ke luar semenanjung yang gersang dan tandus itu, menuju wilayah-wilayah hijau subur, dan kaya ; ke kota-kota pusaka;  ke negeri-negeri legenda yang memiliki sejarah serta peradaban lebih tinggi.
Sebelum masa penaklukkan Islam, Suriah ditempati oleh bangsa Suriahe-Aramatic (Suryani), sebagian elite Yunani dan romawi berbicara dalam bahasa tersebut. Mesir ditempati bangsa Yunani dan Koptik. Cyrenaica dan Afrika utara dihuni bangsa Romawi dan Barber. Palestina didiami orang-orang berbahasa Suryani, Yunani, dan Ibrani. Irak dan seluruh wilayah Persia ditempati bangsa Arya-Persia dan sebagian kecil Suryani. Meski demikian, terdapat minoritas klan Arab yang tinggal di wilayah kecil perbatasan Suriah dan Irak, seperti Ain Tamar dan Hira. Hanya sekitar sepuluh tahun, umar berhasil menguasai seluruh wilayah itu.
Umar dan Penaklukan Suriah

•    Menaklukkan Damaskus
Setelah terpilih, Umar mengambil alih komando besar atas pasukan muslim. Mula-mula Umar mengganti Khalid ibn Walid dengan Ibnu Ubaidah ibn al-Jarrah. Umar memerintahkan mereka untuk menunda perhatiannya atas pella-tempat sebagian pasukan Bizantium yang kalah perang bersembunyi dan lebih terkonsentrasi untuk bergerak menuju Damaskus.Karena letaknya yang strategis, yaitu dijalur utama dagang dunia, di dekat pesisir Levantina (Medeterania Timur), Damaskus pernah dikuasai berbagai imperium dunia, seperti Akkadia, Ibrani, Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, dan Arab Islam.
Pasukan Islam bergerak menuju kota bergerbang tujuh itu. Mendengar kabar itu, kaisar Heraklius mundur ke Emesa. Umar memerintahkan untuk mendahulukan Damaskus daripada Pella sekalipun jarak pella lebih memungkinkan untuk lebih dahulu dijangkau karena Damaskus adalah kunci utama menaklukkan kota-kota Suriah lainnya., bahkan juga kota-kota palestina dan pesisir Levantina sekaligus sebagai pintu gerbang menuju Emesa (Himsh) dan Antiokia dari arah Selatan.
Umar juga menempatkan pasukan disetiap pintu gerbang itu; pasukan Khalid ibn al-Walid di gerbang Timur (bab as-syarq), Amr ibn al-Ash di gerbang Thomas (bab thuma), Abu Ubaidillah di gerbang Jabiyyah, dan Yazid ibn Abi Sufyan digerbang Faradis. Umar juga memerintahkan beberapa pasukan untuk di utara Damaskus yang menjadi jalan terusan menuju Emesa untuk berjaga-jaga jika Heraklius mengerahkan pasukannya secara tiba-tiba dari kota tersebut.
Setelah menjalani pengepungan selama enam bulan, Damaskus akhirnya dapat ditaklukkan, tepat pada Februari 635 M. Mula-mula Khalid yang pertama kali berhasil membuka sisi timur benteng kota itu, kemudian disusul Abu Ubaidillah di sisi gerbang yang lain. Taka da perlawanan berarti dalam usaha penaklukkan kota itu. Kebanyakan masyarakat Damaskus justru lebih memilih berdamai dan menyerahkan sepenuhnya kota tersebut kepada otoritas Islam. Negosiasi antara penduduk kota dan pihak Islam pun berjalan dengan lancer, beberapa perjanjian dan persyaratan dibuat. Pihak Islam pun memberikan jaminan keamanan kepada seluruh penduduk kota sebagai kompensasi dari jizyah yang ditetapkan.

•    Menaklukkan Pella (Fihl)
Setelah Damaskus dikuasai, Abu Ubaidah, Khalid, Syarhabil, Amr, dan pasukan Islam lainnya bergerak ke selatan menuju Fihl, sebuah kota kecil di Lembah Baisan, beberapa kilometer di selatan Danau Tiberias yang menjadi salah satu wilayah utama Yordania. Fihl dilewati sungai Yordan yang deras, yang menghubungkan Danau Tiberias dengan laut mati. Ketika mengetahui pasukan islam dating dari Damaskus, sisa pasukan Bizantium yang masih bertahan di Fihl menjebol saluran irigasi dan sungai Yordan yang mengalir di sepanjang tepian Fihl. Air sungai itu pun meluap. Tanah lembah itu berubah jadi lautan lumpur.
Garis depan pasukan Islam tak bias bergerak, terjebak luapan lumpur itu. Namun, keadaan Bizantium justru lebih parah. Mereka terendam lumpur karena berada di tepi sungai itu. Maka pasukan muslim segera menghujani mereka dengan anak panah. Sebagian besar tewas. Sisanya berpencar melarikan diri, Fihl akhirnya dapat ditaklukkan. Abu Ubaidah segera mengirim berita kemenangan ini ke Madinah.

0 komentar " PERLUASAN WILAYAH PADA MASA KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB ", Baca atau Masukkan Komentar

Posting Komentar

Google+

Followers