PERBEDAAN ANTARA GENDER DAN SEKS SERTA FUNGSINYA


Seseorang disebut laki-laki atau perempuan karena memiliki cirri-ciri biologis atau cirri-ciri fisik tertentu. Oleh karena itu pembedaan menurut cirri-ciri biologis ini disebut pula pembedaan menurut jenis kelamin atau seks.

Seks adalah pembedaan jenis kelamin yang telah ditentukan oleh tuhan (kodrat tuhan). Dengan demikian fungsinya tidak dapat diubah. Misalnya, laki-laki dapat memproduksi sperma, serta memiliki penis dan jakun. Perempuan dapat hamil, memiliki payudara serta alat reproduksi seperti rahim dan vagina. Pembedaan berdasarkan cirri-ciri biologis ini berlaku sejak manusia ada dan akan berlangsung sampai kapanpun, dimana pun, dan berlaku bagi siapa pun, tanpa memandang suku, agama, rasa tau golongan. Setiap laki-laki dewasa yang berasal dari Negara, agama, atau suku apapun memiliki penis dan jakun. Begitu juga dengan perempuan, semua perempuan dari berbagai Negara, agama atau suku apa pun memiliki rahim dan vagina.

Selain menurut cirri-ciri biologis, pembedaan antara laki-laki dan perempuan juga dilihat menurut peran dan tanggung jawab yang ditetapkan oleh masyarakat. Inilah yang disebut GENDER.
Gender tidak identik dengan seks. Peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dapat dipertukarkan atau dapat bergantisesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Pembedaan peran dan tanggung jawab berdasarkan gender juga bukan sesuatu yang berdasarkan kodrat tuhan. Melainkan hasil sosialisasi melalui sejarah yang panjang. Misalnya, pandangan bahwa laki-laki itu lebih mengutamakan rasio dan perempuan itu sebaliknya, lebih mengutamakan emosi daripada rasio. Pandangan tersebut bukanlah ketentuan atau kodrat dari tuhan, melainkan sesuatu yang umum ada di masyarakat. Pada kenyataannya, ada perempuan yang rasional dan ada pula laki-laki yang emosional. Peran dan tanggung jawab tersebut dapat ditukar atau diubah sesuai tempat, waktu dan kondisi lingkungan sosial. Dapat diambil kesimpulan, bahwa, seks itu bersifat kodrati (pemberian dari tuhan) dan tidak dapat diubah, sedangkan gender berasal dari masyarakat dan dapat diubah sewaktu-waktu.

Dari kesimpulan di atas, timbul pertanyaan :”Siapakah / Apakah yang menjadi agen (sumber belajar) bagi proses sosialisasi peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan.” Jawabannya adalah sebagai berikut:

1.      Media massa, seperti radio, televise, buku, majalah, surat kabar, dan internet. Contohnya : Film, sinetron atau sejenisnya banyak menggambarkan perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi memiliki peran ganda, seperti wanita karir.
2.      Lingkungan social, seperti guru, teman, dan keluarga.
3.      Budaya, seperti adat istiadat, mitos dan dongeng.

Meskipun pembedaan peran dan tanggung jawab menurut gender tidak bersifat menetap dan bukan kodrati, namun lama-kelamaan sesuai dengan perubahan zaman, masyarakat memandang gender sebagai sebuah ketentuan social yang harus dijalankan, bahkan dianggap seperti kodrat tuhan yang tidak boleh dilanggar. Misalnya, pandangan bahwa perempuan tidak memerlukan laki-laki, perempuan dapat hidup mandiri, atau juga perempuan berhak menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Tetapi pesan saya, meski perubahan zaman mempengaruhi peran Gender, namun kalau bisa atau alangkah baiknya kita kembali kepada kodrat tuhan, yang sebelumnya telah menetapkan tugas dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan agar kehidupan didunia serasa indah dan berjalan sebagaimana mestinya.

Referensi : Buku Bimbingan dan Konseling SMP kelas IX oleh Yulita Rintyastini dan Suzy Yulia Charlotte S.

0 komentar " PERBEDAAN ANTARA GENDER DAN SEKS SERTA FUNGSINYA ", Baca atau Masukkan Komentar

Posting Komentar

Google+

Followers